Selalu ada kesempatan kedua untuk naik gunung Fuji. Kesempatan pertama ketika dua tahun yang lalu saya gagal mencapai puncak Fuji san. Akhirnya tanggal 9 July 2011 lalu saya berserta seorang teman saya berangkat naik bersama ke puncak gunung Fuji. Saya pilih bulan July ini karena Agustus telah masuk ke bulan ramadhan.

Pengalaman 2 tahun lalu cukup membuat saya penasaran untuk sampai ke puncak Fuji san, karena saya sempat melihat anak-anak kecil dan orang tua disaat pendakian. Harusnya bila persiapan dilakukan dengan benar maka pendakian ke puncak Fuji akan menyenangkan. Sebagai orang yang awam akan pengetahuan hiking, maka saya belajar dari blognya para pendaki gunung di Indonesia, para pendaki alpine di eropa dan juga blog dari pengalaman orang orang yang telah sampai ke puncak Fuji. Persiapan adalah hal yang paling menentukan, keinginan yang kuat tanpa perlengkapan yang memadai akan terasa menyakitkan, tapi keinginan kuat dengan persiapan yang baik hasilnya akan lebih menyenangkan. Gunung tinggi akan menghukum orang orang yang naik tanpa menghormati gunung, tapi akan memberikan puncaknya walau sesaat bagi orang orang yang menghormatinya.

Ini adalah persiapan dan kelengkapan yang biasanya dilakukan dan dibawa orang Jepang untuk naik ke Fuji-san. Setidaknya saya mulai menabung uang dengan mengantikan rencana untuk membeli kamera Nikon SLR di Akihabara dengan membeli perlengkapan untuk naik ke Fuji.

1. Persiapan Fisik,

Beberapa bulan sebelum bulan pendakian Juli-Agustus dibuka, sebaiknya telah melakukan latihan olah raga seperti berlari, jalan cepat maupun berenang.

2. Perlengkapan standar mendaki.

a. Tas Ransel, minimum 30 liter. Lebih baik bila dilengkapi bag cover.

b. Topi, untuk menghadapi cuaca yang berubah cepat dari mendung mendadak panas terik. Akan lebih baik berbahan breathable seperti gore-tex.

c. Penutup kepala musim dingin, kupluk. Berfungsi saat ada angin dingin di Fuji, lebih baik bila berbahan wind stopper.

d. Kaca mata hitam, untuk persiapan bertemu matahari summer di atas Fuji.

e. Head lamp. Sangat diperlukan saat pendakian malam hari. Sebaiknya pilih head lamp yang berlampu LED dan ringan supaya irit batre dan kepala tidak berasa berat.

f. Pakaian layering. Karena Fuji memiliki suhu 25-20 derajat celsius di stasiun 5 dan 7 celsius hingga 0 derajat celcius di summit ketika malam hari, maka prinsip layering adalah yang lebih baik. Untuk manusia-manusia sub tropis utara, suhu 5 derajat celsius di malam hari adalah saat-saat suhu yang nyaman di musim panas. Tapi sebagai manusia tropis dari Indonesia, suhu 5 derajat tanpa pakaian yang baik, akan cukup untuk membuat tubuh menggigil.

- Base layer, bagian badan dan kaki, sebaiknya berbahan sintetis mudah kering. Base layer ini biasa di jumpai untuk olah raga musim digin di Jepang, ada merk mizuno, body armour, bersifat heat resistant. Untuk kaus, sebaiknya juga memilih kaus olah raga berbahan sintetis yang mudah kering. Kaus olah raga sintetis banyak ditemui di toko saat musim panas dari yang murah tidak bermerk sampai yang bermerk seperti Nike dry fit dan Addidas Clima proof atau North face, Marvel peak dan lainnya.

- Mid layer, jaket Fleece berbahan wind stopper atau yang lebih baik fleece berbahan breathable. Jaket fleece baranded ringan akan banyak dijumpai di toko olah raga hiking di Jepang seperti merek North face, Millet, LL Bean, Columbia, Mont bell, Mountain hard ware dan lainnya.  Namun jaket fleece biasa yang ditemui di toko Uniqlo sudah cukup hangat digunakan. Sebaiknya pilih yang memiliki zipper sampai ke bawah. Karena bila tubuh terasa panas saat bergerak, cukup menurunkan zipper untuk menstabilkan suhu tubuh. Saat temperatur udara turun mencapai 10 derajat, jaket fleece ini akan nyaman digunakan.

-Outer layer, Jaket water proof. Lebih baik yang berbahan breathable seperti gore tex atau hivent. Pilih jenis jaket breathable yang ringan, tidak berat, setidaknya bisa digunakan lagi ketika pulang ke Indonesia.  Untuk jacket gore tex, tipe pacelite adalah jenis jaket yang paling ringan. Selain jaket hujan, down Jacket ringan berguna saat suhu turun mendekati 5 derajat celsius. Light down jacket yang kita jumpai di Uniqlo juga cukup hangat dibanding dengan merk branded seperti North Face.

g. Celana gunung, akan lebih baik bila menggunakan bahan anti air atau water repelent yang cepat kering. Ini supaya kita tidak perlu lagi double memakai celana luar khusus anti air seperti berbahan gore tex. Sebaiknya tidak menggunakan Jeans ketika naik gunung. Bila mau irit bisa menggunakan celana hujan yang agak tebal yang biasa ditemui di Jepang, jangan membeli rain coat yang 100 yen, karena akan mudah robek bila kita salah posisi bergerak.

h. Glove, glove yang digunakan sebaiknya yang biasa kita gunakan saat winter.

i. Sepatu, gunakan sepatu gunung, sebaiknya berbahan anti air. Bila baru membeli, baiknya sudah digunakan sebulan sebelum naik gunung supaya kaki sudah terbiasa dengan sepatu. Beberapa jenis sepatu gunung sudah menggunakan bahan gore tex dan beralas Vibram.

j. Kaus kaki, gunakan kaus kaki yang tebal, biasa kita jumpai saat winter. Jangan lupa potong kuku sebelum naik gunung, dari pengalaman lumayan merasakan nyeri sepanjang menuruni Fuji.

k.  Gaiter, berguna saat turun hujan dan saat melewati medan berpasir terutama saat turun dari Fuji. Pilih tipe yang agak panjang dan anti air.

l. Masker, bawa masker yang biasa dilihat sehari hari di Jepang, akan berguna saat turun Fuji, medan berpasir

m. Stick pole, optional, lebih baik dan murah membeli stick kayu di station 5, lumayan bisa dapet cap di tiap stasiun buat kenang-kenangan dari berhenti di st 7 sampai ke Summit. Beberapa kali saya lihat orang Jepang hanya menaruh stick pole nya dalam di tas.

n. Oxigen can, optional, akan berguna saat sudah berada di stasiun 8, tapi dengan mengatur nafas akan tidak ada masalah. Untuk yang pernah Asma, bawa oksigen kaleng akan lebih aman

3. Informasi,

- Peta pendakian, dan jalur pendakian bisa di dapat di informasi atau cari di internet. Di stasiun 6 disediakan brosur peta berbahasa inggris.

Kita harus ingat nama jalur yang kita gunakan supaya dapat kembali ke tempat kita berangkat atau kita akan menuju ke prefecture yang berbeda.

Contoh bila berangkat melewati Yoshida Guchi trail, maka sebaiknya kita turun juga melalui Yoshida trail. Petunjuk jalan di Fuji cukup jelas dan dilengkapi peta, untuk Yoshida trail jalurnya berwarna kuning. Rute naik dan rute turun melalui jalur yang berbeda.

- Informasi Cuaca, cek cuaca di Japan Meteorology Agency di daerah Yamanashi.

- Informasi bis, perhatikan jadwal bis atau jadwal kereta untuk pulang. Kalo bisa memesan, booking yang agak sore supaya tidak harus berlari lari mengejar jadwal bis saat turun dari puncak Fuji.  Saat itu kaki kita sudah lelah karena sehabis naik dan kondisi fisik sudah menurun, akan menyakitkan bila berlari turun hanya untuk jadwal bis.

4. Makanan dan minuman. Bawa makanan yang paling menyenangkan dan bisa membuat kita kenyang. Bawa cemilan karbohidrat manis yang yakin kita akan menjadi kenyang.   Kalo tidak ada masalah dengan makanan jepang, di Summit bisa makan dengan ramen atau udon. Kalo bermasalah, sebaiknya membawa bekal makanan sendiri yang enak. Minuman paling sedikit 2 liter, bila sampai di Summit minuman habis, segera beli minum di summit, karena sepanjang jalan turun tidak melewati hut dan tidak ada yang menjual minum.

5. Uang receh 200 yen untuk tiap toilet. Ada toilet di salah satu hut yang menggunakan pintu yang hanya bisa terbuka kalo kita memasukan 200 yen. Jangan lupa bawa tissue basah karena air di toilet Fuji adalah air recycle yang berwarna hitam gelap.

6. Bila ada timbangan sebaiknya total berat yang akan dibawa tidak lebih dari 10 kg.  Berangkat sebaiknya dengan beban yang ringan, keluarkan barang yang tidak terlalu diperlukan.

7. Kamera saku, lebih baik juga bawa tripod gorilla.

Untuk Yoshida trail, dari stasiun 5 ke 6 hanya berjalan menanjak, stasiun 6 ke 7 jalan akan lebih menanjak dan dilengkapi tangga, dari stasiun 7 ke 8, tidak ada tangga, benar benar jalur pendakian berbatu. Dari 8 ke  summit, pendakian batu-batuan agak lebih terjal. Pendakian relatif aman, karena banyak orang tua berumur 60 tahunanan dan anak anak kecil berumur 6 tahun sudah bisa sampai ke summit melalui Yoshida trail.

Untuk strategi pendakian malam hari. Bisa langsung naik ke atas summit tanpa istirahat di Hut, kemudian menunggu matahari terbit. Tetapi, pakaian yang kita gunakan harus siap dengan suhu dingin dan tubuh yang berkeringat akan membuat tubuh terasa lebih dingin. Strategi lain bisa juga bila sampai di Hut stasiun 8 sekitar jam 11 malam atau lebih, segera masuk dan beristirahat dengan membayar 7000 yen. Minta dibangunkan pemilik hut saat matahari terbit dan tubuh akan terasa lebih segar walau hanya tidur sejenak.  Setelah melihat matahari terbit segera naik ke summit dan sempatkan untuk makan di summit sebelum turun ke bawah.

Yang harus kita perhatikan, berangkatlah bersama sahabat, setidaknya kita tidak perlu mengeluh kepada hujan, batu besar dan rerumputan di Fuji bila kaki kita sakit. Sebaiknya tidak berangkat bersama orang yang tidak dikenal, atau baru kenal di jalan, apalagi dengan orang Amerika yang tinggi besar berambut cepak, dijamin langkah kita kalah cepat. Sepertinya banyak prajurit US NAVY dari pangkalan Okinawa yang sedang berlatih fisik sambil liburan di gunung Fuji.

Yang terpenting gunakan kecepatan sendiri dan nikmati setiap langkah yang kita lalui sambil bersyukur kepada Allah SWT, menemui keindahan alam ada walaupun sedang jauh dari tanah air.

Advertisement