Blog ini ditulis biar ngga lupa sekalian sharing cerita. Setelah beberapa hari mengikuti acara conference, tibalah hari terakhir sebelum pulang ke Jepang untuk berkeliling kota Miami. Kebetulan di hotel ada pelayanan untuk city tour dan saya memilih untuk mengikuti city tour dan boat tour. Saya memesan tiket untuk tour ini beberapa hari sebelumnya.

Pada hari kamis sekitar Jam 10 pagi, akhirnya datang seorang wanita berumur sekitar 50 tahunan. Sambil menyapa dan berbasa-basi, ia mempersilakan saya memasuki bis kecil, sambil meminta tanda bukti pembayaran. Ternyata saya penumpang pertama yang masuk ke bis ini. Kemudian bis ini bergerak ke hotel hotel yang berdekatan dengan hotel saya untuk mengambil penumpang hingga bis terisi penuh sekitar 2o orang. Angela memperkenalkan diri, harusnya dia hanya sebagai guide tour, tapi karena supir sedang tidak ada akhirnya dia mejadi tour guide merangkap supir. Dia bilang bisa menguasai berbagai bahasa mulai dari inggris, jerman, perancis dan mexico. Ketika kecil dia sempat besar di Jerman sebelum pindah ke Amerika dan tinggal di Miami.

Pertama kali kita di ajak menuju South Beach, South beach adalah daerah pantai di selatan miami beach. Di pantai south beach ini terkenal dengan film Baywatch dan film filam lainnya. Dipantai ini juga terdapat nudist beach, tapi kami hanya melewati saja karena tujuan kami menuju Art Deco district. Di south beach terdapat banyak bangunan arsitektur art deco tahun 1940an. Kalo dilihat sepintas akan terkenang akan bangunan art deco di jalan Braga Bandung hanya benderanya Amerika. Terdapat hotel-hotel legendaris dan cafe tempat para pesohor Hollywood biasa datang seperti News Cafe. Tempat lain yang menarik adalah mansion almarhum desainer Versace semasih hidup. Hotel Avalon adalah salah satu  hotel yang digunakan dalam film Holywood Al Cappone saat dia melarikan diri ke Miami menghindari FBI. Disini juga terdapat replika mobil Al Capone. Kami diajak berputar di Art Deco district, sambil memperhatikan bangunan bangunan arsitektur art deco.

Setelah dari art deco district, kami diajak menuju little Habana. Kenapa disebut little Havana, ketika saat Fidel Castro berkuasa masa perang dingin, banyak penduduk Kuba yang pindah ke Miami. Lokasi Miami yang berada di tenggara sangat dekat dengan Kuba. Para imigran ini berharap pemerintahan Castro segera berakhir, ternyata hingga kini Castro masih berkuasa, akhirnya mereka menetap menjadi warga Amerika dan memberi nama tempat ini Little Havana. Bangunan rumahnya hanya satu lantai dan tidak memiliki basement. Bangunan rumah memilki arsitektur yang berbeda, atap yang datar dan warna warni yang mencolok. Dulunya daerah ini dikenal rawan kriminal kuba, seiring dengan perbaikan ekonomi, kriminalitas menurun. Kami sempat berhenti sejenak untuk foto2  dan menikmati kopi kuba yang rasanya jelas lebih enak kopi luwak Indonesia.

Setelah dari little havana, kami menuju Coral Gable, ini adalah district yang berbeda di Miami. Bangunannya juga berbeda, mirip bangunan spanyol dan bertingkat dua. Tiap rumah memiliki pohon besar, dan jenis pohonya pohon tropis. Jadi mirip dengan Indonesia suasananya. Apalagi ada bagian jalan yang tidak ada trotoarnya jadi ingat daerah di Jakarta. Uniknya bis kami berhenti saat pemandu menunjukan pohon mango,  pohon banana dan pohon papaya kepada para turis eropa. Apes deh saya dari Indonesia ditunjukin mangga, pepaya, pisang, konyolnya saya ikutan foto pohonnya juga. Setelah itu kami diajak melihat hotel termahal di Coral Gable dan berhenti sejenak untuk berfoto.

Ada cerita unik di Coral Gable, di rumah rumah besar di coral Gable dibelakangnya terdapat sungai dan mereka menaruh boat dibelakangnya. Ternyata di sungai ini terdapat aligator, sebenarnya awalnya tidak ada aligator di Coral Gable. Hanya kebiasaan orang kaya dari Florida yang memelihara baby Aligator kecil yang cute, setelah aligator tumbuh besar wajahnya menjadi seperti monster, akhirnya mereka membuang aligatornya di sungai belakang rumah. Sepertinya Aligator cocok tinggal di sungai Coral Gable dan berkembang biak cepat. Hingga banyak laporan ke dinas hewan dan polisi adanya Aligator yang lewat didepan rumah warga. Jadi teringat kisah ikan sapu sapu di Jakarta..

Ada juga cerita pohon Bayan yang awalnya dibuat untuk penghijauan. Pohon ini asalnya dari Afrika, tapi ternyata setelah bertahun tahun menjadi besar dan menghisap sangat banyak air tanah coral gable. Saat summer air tanah di coral Gable menurun, pohon pohon ini tetap segar. Akhirnya dewan kota berencana menebang puluhan pohon ini, tapi ditentang oleh kelompok lingkungan hidup. Akhirnya pohon ini tetap dibiarkan bertahan hidup dan menjadi salah satu ikon di kota Miami

Setelah dari Coral Gable kami menuju ke Bay Side untuk Boat Trip. Akhirnya sampai juga kami di Bay Side. Di Bayside ini terdapat bangunan Mall di pinggir laut. Bangunan di Bayside berisi toko toko dan restaurant, salah satu restaurant yang pelayannya unik adalah The Hooters. Saya akhirnya makan di salah satu restauran di pinggir laut, karena saat itu jam 1 siang dan kapalnya baru berangkat jam 2 siang. Lumayan makan steak besar dan kentang yang besar besar, jarang saya temukan di Jepang. Salah satu bangunan di bayside adalah Hard Rock Cafe Miami. Setelah makan akhirnya saya ke Hard rock cafe, tidak jauh berbeda, mirip mirip ornamen didalamnya dengan interior di Hrc di Bali, Jakarta ataupun di Hrc Ueno di Jepang. Saya sempat bertemu dengan 2 orang mahasiswi dari Jepang yang sedang sekolah di Miami. Saya cerita ke mereka, bulan lalu saya ketemu gempa besar di Jepang. It’s really a rare experience kata salah satu mereka. Akhirnya ketemu juga dengan orang Jepang yang bisa berbicara bahasa inggris dengan lancar dan jelas.

Saat jam 2 datang, tibalah saat menaiki Boat namanya Miami Lady. Saya duduk dipaling pinggir supaya bisa dengan mudah mengambil gambar. Sebelah saya duduk ibu ibu gemuk hispanik yang tidak bisa ngomong inggris. Pertama kali kami menjauhi daerah bayside. Pemandu bercerita dulu diatas gedung Hrc ada gitar besar, tapi sudah diturunkan karena hampir rubuh diterjang badai Katrina. Setelah menjauhi pantai, kami menuju pulau yang berisi mansion mansion dan yatch dari para pesohor seperti Stallone, P Diddy, Gloria Estevan, Jenifer Lopes dan para artis Hollywood lainnya. Selain para pesohor, salah satu mansion ini juga ternyata milik gembong mafia Al Cappone.

Tiba-tiba ada helikopter Fashion TV berputar di atas kami, ternyata sedang mengambil gambar dari atas ke sebuah Yatch yang berisi para perempuan dengan bikini dengan berbagai gaya. Semua penumpang melihat ke arah Yatch tersebut. “Welcome to Miami”.. kata si pemandu dengan tersenyum. “Kalo anda ingin membeli Yacht silahkan menghubungi Scott storch sepertinya dia memerlukan uang “.. sambil boat melewati sebuah Yacht besar milik salah satu seorang musisi dan manajer rekaman musik di Miami.

Setelah berputar putar, akhirnya kami kembali ke Bayside setelah itu menuju ke tempat parkir bis menuju bis yang sama yang akan mengantarkan pulang ke Hotel. Ternyata Miami Beach memang tempat wisata yang terus berdenyut 24 jam, tapi jelas  hanya untuk milyuner berduit kelas dunia. Untuk turis biasa cukuplah melihat kemewahan para pesohor Amerika ini.

Advertisement