Dulu ketika masih mencari cari beasiswa S3, Amerika adalah salah satu negara tujuan belajar yang ingin saya capai. Dengan beberapa kali apply Fulbright namun hasilnya tetap gagal. Tapi mungkin jalan hiduplah yang akan menentukan tetap sampai di tanah Amerika.

Sebagai mahasiswa PhD, kami wajib untuk aktif membuat paper penelitian, tidak hanya untuk jurnal tetapi juga untuk sharing dengan sesama periset di conference. Akhirnya saya menemukan conference yang sesuai dengan bidang saya dan diselenggarakan di Miami Beach. Setelah kirim abstract dan menyusul paper, akhirnya tibalah surat udangan untuk hadir di conference di Miami Beach, Florida. Akhirnya saya bisa juga berangkat ke Amerika. Teman di lab kadang bercanda.. “waah bisa aja pilih conference di Miami Beach.. hehehe..” Apapun itu, yang penting saya dapat pengalaman ke US.

Setelah dapat surat sakti pdf undangan dari panitia conference, segaralah saya mengurus visa ke Amerika. Mengurus visa ke Amerika dari Jepang, haruslah melalui media online dari website US embassy dan harus juga memiliki foto ukuran khusus. Pengalaman yang unik ketika mengisi form online, kalo kita terlalu lama buka halamanya, halaman tersebut akan ditutup otomatis dan kita harus membuka sectionnya dari awal lagi.  Kirain bisa semalam selesai ternyata lama juga, hebatnya website US ini selain keamanan berlapis ada fasilitas save, jadi kita bisa buka lagi dikemudian hari tanpa perlu mengisi data dari awal.

Setelah setiap halaman pertanyaan online selesai terisi, akhirnya dapatlah jadwal wawancara di kedutaan amerika, rabu tanggal 9 April. Setelah membayar uang administrasi dan membeli amplop D 500, kita perlu melengkapi semua yang diminta berdasarkan urutan kelengkapan yang diminta. Waktu wawancara saya jam 10.30 pagi, tapi ketika sampai pukul 9 pagi di kedutaan Amerika di roppongi, antrian di depan gerbang sudah cukup panjang. Ditengah udara dingin, bendera amerika berkibar pelan ditiup angin, sejenak teringat Obama yang datang ke Indonesia, kini saatnya saya berkunjung ke negeri Obama.  Gerbang kedutaan yang tinggi besar dengan barikade pemeriksaan yang berlapis, cctv dimana mana. Sambil memandang bendera amerika yang berkibar saya bersenadung di dalam hati.. “O’er the land of the free.. and the home of the brave..”  Negeri kapitalis yang sangat dibenci para teroris militan di Indonesia, hehehe.. who cares..

Setelah melawati post pemeriksaan, akhirnya saya menyerahkan semua data ke loket mengikuti nomer urut. Semua prosedur ada diwebsite kita tinggal siapkan apa yang diminta sesuai urutan permintaan. Di ruangan interview, beberapa kali saya diminta untuk mengelap tangan, karena sidik jari saya tidak terdetect. Akhirnya setelah interview dengan beberapa pertanyaan, saya diberi surat keterangan untuk tunggu, visa akan dikirim langsung ke rumah. Petugas hanya menanyakan umur, tujuan, dimana sedang sekolah, kenapa pilih conference tersebut dan yang terakhir kapan sekolahnya selesai?. Pertanyaan terakhir saya jawab dan dilengkapi bahwa 1 bulan setelah conference akan ada PhD defense dan saya akan segera pulang ke Jepang. Setelah jawaban saya itu, petugas itu tidak bertanya lagi.

Konyolnya beberapa hari kemudian, tanggal jumat 11 maret 2011, terjadi gempa besar di Jepang. Saya benar benar pasrah apakah visa tetap terurus atau nantinya tidak ada penerbangan dari Narita. Tiba tiba hari selasa siang tanggal 15 maret, ada bel berbunyi di apato, dan ternyata petugas dari JP post mengantarkan passport saya yang didalamnya sudah ada visa us. Akhirnya berangkat juga saya ke Amerika. Saya coba buka website, saya check data visa, ternyata masih belum dipublish juga. Berarti saya yang pertama lolos submitted dihari saya apply visa.

Yeaah finally.. Miami Beach Florida.., I’m coming..

Advertisement