Saya masih ingat waktu masih SMP, diajak ibu saya untuk menemaninya untuk pergi ke salah satu gedung bank di jalan Sudirman Jakarta. Mobil sedan mahal lalu lalang di depan lobby menurunkan orang orang terlihat fresh dan rapi walaupun sudah tua dan para satpam memberi salam hormat kepada mereka. Saya hanya duduk di lobby sementara ibu saya ke tempat teller bank. Saya melihat brosur brosur yang ada di meja tunggu. Saat itu saya tidak mengerti sama sekali tentang kartu kredit. Kartu kredit yang masa itu terlihat indah di iklan TV RCTI dengan decoder, master card, visa. Tangan saya memegang brosur yang aplikasi dan saya melihat kebagian data aplikasi. Yang menarik adalah pilihan pendidikan tertinggi, saya ingat hanya ada empat pilihan High School, Undergraduate/ College, Master dan Doctor. Saat itu dibenak saya, satu saat saya akan memberi tanda S3 sebagai pilihan terakhir pendidikan tertinggi saya. Hari ini tahun terakhir saya menempuh pendidikan doktor, dan ada jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi yaitu post doc. Sebuah perjalanan panjang pendidikan yang dilalui, pada akhirnya bukan secarik kertas yang kita hargai, tetapi bagaimana kita melaluinya hingga diakui dan meraih selembar kertas tersebut itulah yang akan kita kenang dan hargai.